ASSALAMU'ALAIKUM.WR.WB..
Tampilkan postingan dengan label Akhwat zOne. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akhwat zOne. Tampilkan semua postingan

Selasa, 01 November 2011

WANITA SOLEHAH


Wanita yang didunianya solehah akan menjadi cahaya bagi keluarganya, melahirkan keturunan yang baik dan jika wafat di akhirat akan menjadi bidadari. Hikam: Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara faraz-nya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Rosulullah saw bersabda: "Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang solehah." (HR. Muslim) Wanita solehah merupakan penentram batin, menjadi penguat semangat berjuang suami, semangat ibadah suami. Suami yakin tidak akan dikhianati, kalau ditatap benar-benar menyejukkan qolbu, kalau berbicara tutur katanya menentramkan batin, tidak ada keraguan terhadap sikapnya. Pada prinsipnya wanita solehah adalah wanita yang taat pada Allah, taat pada Rasul. Kecantikannya tidak menjadikan fitnah pada orang lain. Kalau wanita muda dari awal menjaga dirinya, selain dirinya akan terjaga, juga kehormatan dan kemuliaan akan terjaga pula, dan dirinya akan lebih dicintai Allah karena orang yang muda yang taat lebih dicintai Allah daripada orang tua yang taat. Dan, Insyaallah nanti oleh Allah akan diberi pendamping yang baik. Agar wanita solehah selalu konsisten yaitu dengan istiqomah menimba ilmu dari alam dan lingkungan di sekitarnya dan mengamalkan ilmu yang ada. Wanita yang solehah juga dapat berbakti terhadap suami dan bangsanya dan wanita yang solehah selalu belajar. Tiada hari tanpa belajar.

Senin, 10 Januari 2011

Apa Makna Wanita Diciptakan dari Tulang Rusuk yang Paling Bengkok?

Disebutkan dalam sebuah hadits, “Berbuat baiklah kepada wanita, karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, sedangkan tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas,” dst.Makna hadits dan makna ‘tulang rusuk yang paling bengkok adalah tulang rusuk yang paling atas’?
Ini adalah hadits shahih yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim di masing masing kitab Shahih mereka, dari Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam. Dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Berbuat baiklah kepada wanita, karena sesungguhnya mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.Maka sikapilah para wanita dengan baik.” (HR al-Bukhari Kitab an-Nikah no 5186)

Ini adalah perintah untuk para suami, para ayah, saudara saudara laki laki dan lainnya untuk menghendaki kebaikan untuk kaum wanita, berbuat baik terhadap mereka , tidak mendzalimi mereka dan senantiasa memberikan ha-hak mereka serta mengarahkan mereka kepada kebaikan. Ini yang diwajibkan atas semua orang berdasarkan sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam, “Berbuat baiklah kepada wanita.”

Hal ini jangan sampai terhalangi oleh perilaku mereka yang adakalanya bersikap buruk terhadap suaminya dan kerabatnya, baik berupa perkataan maupun perbuatan karena para wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, sebagaimana dikatakan oleh Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam bahwa tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas.

Sebagaimana diketahui, bahwa yang paling atas itu adalah yang setelah pangkal rusuk, itulah tulang rusuk yang paling bengkok, itu jelas. Maknanya, pasti dalam kenyataannya ada kebengkokkan dan kekurangan. Karena itulah disebutkan dalam hadits lain dalam ash-Shahihain.

“Aku tidak melihat orang orang yang kurang akal dan kurang agama yang lebih bias menghilangkan akal laki laki yang teguh daripada salah seorang diantara kalian (para wanita).” (HR. Al Bukhari no 304 dan Muslim no. 80)

Hadits Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam yang disebutkan dalam ash shahihain dari hadits Abu Said al-Khudri radhiyallahu ‘anhu. Makna “kurang akal” dalam sabda Nabi shalallahu ‘alayhi wasallam adalah bahwa persaksian dua wanita sebanding dengan persaksian seorang laki laki. Sedangkan makna “kurang agama” dalam sabda beliau adalah bahwa wanita itu kadang selama beberapa hari dan beberapa malam tidak shalat, yaitu ketika sedang haidh dan nifas. Kekurangan ini merupakan ketetapan Allah pada kaum wanita sehingga wanita tidak berdosa dalam hal ini.

Maka hendaknya wanita mengakui hal ini sesuai dengan petunjuk nabi shalallahu ‘alayhi wasallam walaupun ia berilmu dan bertaqwa, karena nabi shalallahu ‘alayhi wasallam tidak berbicara berdasarkan hawa nafsu, tapi berdasar wahyu yang Allah berikan kepadanya, lalu beliau sampaikan kepada ummatnya, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

“Demi bintang ketika terbenam, kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (Qs. An-Najm:4)

Sumber:
Majmu Fatawa wa Maqadat Mutanawwi’ah juz 5 hall 300-301, Syaikh Ibn Baaz Fatwa fatwa Terkini Jilid 1 Bab Perlakuan Terhadap Istri penerbit Darul Haq

Kamis, 06 Januari 2011

wanita sholehah

Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri.

MULIALAH wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan Rasulullah Saw. dalam sabdanya,

"Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita shalihah". (HR. Muslim).

Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah memperbanyak bacaan Al-Quran.
Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari kemampuannya menjaga diri (iffah).


Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun, senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.
Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan bagi dirinya maupun orang lain.
Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.

Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah bagian dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia "polos" tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.

Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.

Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah. Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal.

Bisa jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan, keteladanan, dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang tersembunyi.

Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, "Jika kita ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di sekelilingnya."

Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini, wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara. Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa.

Kita tinggal memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah. Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita kita. Wallahua'lam

ketika akhwat jatuh cinta

Akhwat jatuh cinta..
hmmm...rasanya tak ada yg aneh, mreka jg manusia.
Bukankah cinta adalah fitrah manusia?
Tak pantaskah akhwat jatuh cinta?
Mereka jg punya hati dan rasa..

Tapi tahukah kalian betapa berbedanya mereka saat cinta seorang lelaki menyapa hatinya?
Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu di wajah, tak ada buncah suka di dada..
Namun sebaliknya..
Ketika akhwat jatuh cinta..
Yg mereka rasakan adalah penyesalan yg amat sangat, atas sbuah hijab yg tersingkap.
Ketika lelaki yg tak halal baginya, bergelayut dlm alam fikirnya, yg mreka rasakan adalah ketakutan yg bgt besar akan cinta yg tak suci lg..
Ketika rasa rindu mulai merekah di hatinya, yg mereka rasakan adalah kesedihan yg tak terperih akan sbuah asa yg tak semestinya..

Tak ada senyum bahagia, tak ada rona malu..
Yang ada adalah malam2 yg d penuhi air mata penyesalan atas cintaNya yg ternodai..
Yg ada adalah kegelisahan, krn rasa yg salah arah..
Yg ada adalah penderitaan akan hati yg mulai sakit..

Ketika akhwat jatuh cinta..
Bukan harapan utk btemu yg mrk nantikan, tapi yg ada adalah rasa ingin menghindar dan menjauh dr org tsb.
Tak ada kata2 cinta, dan rayu.. Yg ada adalah kehawatiran yg amat sangat akan hati yg mulai merindukan lelaki yg blm halal atau bahkan tak akan pernah halal baginya..
Ketika mereka jatuh cinta, maka perhatikanlah, kegelisahan di hatinya yg tak mampu lg memberinya ketenangan di wajahnya yg dulu teduh..
Mrekz akan terus berusaha mematikan rasa itu bagaimanapun caranya.. Bahkan kendati dia harus menghilang,
Alangka kasihannya jika akhwat jatuh cinta.. Krn yg ada adalah penderitaan..

Tapi ukhti.. Bersabarlah.. Jadikan ini ujian dr Rabbmu..
Matikan rasa itu secepatnya..
Pasang tembok pembatas antara kau dan dia..
Pasang duri dlm hatimu agar rasa itu tak tumbuh bersemai..
Cuci dgn air mata penyesalan akan hijab yg tersingkap..
Putar balik kemudi hatimu, agar rasa itu tetap terarah padaNya..
Pupuskn rasa rindu padanya dan kembalikan dlm hatimu rasa rindu akan cinta Rabbmu..

Ukhti.. Jangan khawatir kau akan kehilangan cintanya.. Krn bila memang kalian di takdirkan bersama, maka tak akan ada yg dpt mencegah kalian bersatu..
Tp ketahuilah, bgmn pun usaha kalian utk bersatu, jika Allah tak menghendaki, maka tak akan pernah kalian bersatu..

Ukhti.. Bersabarlah.. Biarkan Allah yg mengaturnya.. Maka yakinlah.. Semuanya akan baik-baik saja..dan semua itu akan indah ketika tepat pada waktunya....

101 alasan mengapa saya berjilbab??

1. Menjalankan syi’ar Islam. 2. Berniat untuk ibadah. 3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim. 4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya. 5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau. 6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah). 7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus. 8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib. 9. Agar kaum wanita menutup auratnya. 10. Bukan karena gaya-gayaan. 11. Bukan karena mengikut trend. 12. Bukan karena berlagak sok suci. 13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ . 14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain. 15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata. 16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata. 17. Saya ingin menjadi wanita solihah. 18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa. 19. Jilbab adalah pakaian taqwa. 20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah. 21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga. 22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian. 23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah. 24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah. 25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya. 26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka. 27. Untuk meninggikan izzah Islam. 28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah). 29. Jilbab lebih melindungi diri. 30. Membuat saya lebih merasa aman. 31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil. 32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’. 33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki. 34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan. 35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah. 36. Menghin dari zina mata dan zina hati. 37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri. 38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif. 39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang. 40. Membuat saya lebih bersahaja. 41. Membuat saya lebih khusyu’. 42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah). 43. Membuat saya malu bila berbuat dosa. 44. Mendekatkan saya pada Allah. 45. Mendekatkan saya pada Rasulullah. 46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya. 47. Mendekatkan saya pada sesama muslim. 48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam. 49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam. 50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam. 51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam. 52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno. 53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno. 54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah. 55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya. 56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini. 57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami. 58. Membedakan diri dari penganut agama lain. 59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman. 60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah. 61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah. 62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman. 63. Membuat saya lebih terlihat anggun. 64. Membuat saya terlihat menyenangkan. 65. Membuat saya lebih terlihat wanita. 66. Tidak terlihat seperti laki-laki. 67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami. 68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah. 69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih. 70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula. 71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih. 72. Jodoh merupakan urusan Allah. 73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya. 74. Memudahkan saya dalam beraktifitas.. 75. Membuat lebih mudah bergerak. 76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh 77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat). 78. Saya tidak suka memakai celana jeans. 79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan. 80. Menghemat waktu dalam berpakaian. 81. Menghemat waktu dalam berhias. 82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang. 83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend. 84. Menghemat biaya untuk membeli make up. 85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit. 86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. 87. Meminimalkan penyakit kanker kulit. 88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering. 89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu. 90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan. 91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan. 92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana. 93. Menghindari hidup yang konsumtif. 94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya. 95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan. 96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat. 97. Lebih mudah dalam menabung. 98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji. 99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah. 100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian. 101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya. . Sebenarnya, pasti alasannya lebih dari 101, lebih banyak dari itu.

Dikutip Dari: http://www.2lisan.com/tulisan/artikel/101-alasan-mengapa-saya-pakai/
1. Menjalankan syi’ar Islam. 2. Berniat untuk ibadah. 3. Menutup aurat terhadap yang bukan muhrim. 4. Karena saya ingin ta’at kepada Allah yang telah menciptakan saya, menyempurnakan kejadian, memberi rizki, melindungi, dan menolong saya. 5. Karena saya ingin ta’at kepada Rasul-Nya, pembimbing ummat dengan risalah beliau. 6. Untuk memperoleh Ridho Allah (InsyaAllah). 7. Merupakan wujud tanda bersyukur atas nikmat-Nya yang tiada putus. 8. Seluruh ulama sepakat bahwa hukum mengenakan jilbab itu wajib. 9. Agar kaum wanita menutup auratnya. 10. Bukan karena gaya-gayaan. 11. Bukan karena mengikut trend. 12. Bukan karena berlagak sok suci. 13. Lebih baik sok suci dari pada sok zholim ^_^ . 14. Tidak sekadar bermaksud agar berbeda dari yang lain. 15. Meninggikan derajat wanita dari belenggu kehinaan yang hanya menjadi objek nafsu semata. 16. Jilbab cocok untuk semua wanita yang mau menjaga dirinya dari objek nafsu semata. 17. Saya ingin menjadi wanita solihah. 18. Saya tengah berusaha mencapai derajat teqwa. 19. Jilbab adalah pakaian taqwa. 20. Jilbab adalah identitas wanita muslimah. 21. Diawali dengan mengenakan jilbab, saya ingin menapak jalan ke surga. 22. Menjauhkan diri dari azab panasnya api neraka di hari kemudian. 23. Istri-istri Rasulullah berbusana muslimah. 24. Para sahabiah (sahabat Rasulullah yang wanita) juga berbusana muslimah. 25. Mereka merupakan panutan seluruh muslimah, begitu juga saya. 26. Semoga Allah memberikan kepada kita balasan jannah yang sama seperti mereka. 27. Untuk meninggikan izzah Islam. 28. Untuk meninggikan izzah (kemuliaan) diri sebagai wanita (muslimah). 29. Jilbab lebih melindungi diri. 30. Membuat saya lebih merasa aman. 31. Menjaga diri dari gangguan lelaki usil. 32. Menjaga diri dari obyek pandangan lelaki yang hanya ingin ‘cuci mata’. 33. Menjaga diri dari objek syahwat lelaki. 34. Menjaga diri dari mata lelaki yang jelalatan. 35. Menjaga diri dari tangan-tangan usil yang ingin menjamah. 36. Menghin dari zina mata dan zina hati. 37. Merupakan pencegahan dari perbuatan zina itu sendiri. 38. Jilbab dapat menghindari saya dari sikap-sikap yang negatif. 39. Jilbab dapat menghapus keinginan-keinginan yang menyimpang. 40. Membuat saya lebih bersahaja. 41. Membuat saya lebih khusyu’. 42. Mejauhkan saya dari perbuatan dosa (insyaAllah). 43. Membuat saya malu bila berbuat dosa. 44. Mendekatkan saya pada Allah. 45. Mendekatkan saya pada Rasulullah. 46. Mendekatkan saya pada nabi-nabi-Nya. 47. Mendekatkan saya pada sesama muslim. 48. Mendekatkan saya pada ajaran Islam. 49. Membuat saya tetap ingin belajar tentang Islam. 50. Membuat saya selalu merasa haus akan ajaran Islam. 51. Membuat saya tetap ingin menjalankan ajaran Islam. 52. Ajaran Islam berlaku sepanjang masa, tidak ada yang kuno. 53. Berjilbab bukan sesuatu yang kuno. 54. Mengatakan berjilbab itu kuno berarti telah menggugat otoritas Allah. 55. Allah Yang Maha Mengetahui lebih tahu apa yang terbaik bagi ummat-Nya. 56. Berjilbab, berarti menandakan kemajuan penerapan ajaran Islam di masa kini. 57. Merupakan satu barometer telah terbentuknya suatu lingkungan yang Islami. 58. Membedakan diri dari penganut agama lain. 59. Memudahkan dalam pengidentifikasian sesama saudari seiman. 60. Memperkuat tali silaturahmi dan ukuwah sesama muslimah. 61. Menghilangkan keraguan saya bila ingin menyapa saudari muslimah. 62. Memudahkan menanamkan rasa sayang-menyayangi sesama saudara/saudari seiman. 63. Membuat saya lebih terlihat anggun. 64. Membuat saya terlihat menyenangkan. 65. Membuat saya lebih terlihat wanita. 66. Tidak terlihat seperti laki-laki. 67. Membuat saya selalu berada dalam lingkungan yang Islami. 68. Jilbab menjaga saya dari pergaulan yang salah. 69. Memudahkan saya, dengan ijin Allah, mengenal lelaki yang salih. 70. Wanita yang baik (salihah) dengan lelaki yang baik (salih) pula. 71. Mudah-mudahan saya diberi jodoh lelaki yang salih. 72. Jodoh merupakan urusan Allah. 73. Dengan keta’atan pada Allah, Allah akan memberikan kemudahan-Nya. 74. Memudahkan saya dalam beraktifitas.. 75. Membuat lebih mudah bergerak. 76. Jilbab menjagaku sehingga tidak terlihat lekuk-lekuk tubuh 77. Sangat repot bila memakai pakaian wanita seperti trend saat ini (yang ketat). 78. Saya tidak suka memakai celana jeans. 79. Celana jeans yang ketat dapat menyebabkan kanker rahim karena suhu di sekitar rahim tidak beraturan. 80. Menghemat waktu dalam berpakaian. 81. Menghemat waktu dalam berhias. 82. Tidak perlu repot-repot selalu berusaha mengikuti trend mode yang berkembang. 83. Menghemat biaya untuk membeli pakaian yang sedang trend. 84. Menghemat biaya untuk membeli make up. 85. Melindungi kulit wajah dari make up yang dapat merusak kulit. 86. Melindungi kulit dari sengatan sinar matahari. 87. Meminimalkan penyakit kanker kulit. 88. Sengatan matahari dapat mengurangi kelembaban kulit sehingga kulit jadi kering. 89. Meminimalkan munculnya bintik-bintik hitam pada permukaan kulit akibat perubahan pigmen di usia tertenu. 90. Melindungi rambut dari debu-debu yang berterbangan. 91. Debu-debu itu dapat mengotori rambut dan menyebabkan rambut mudah rontok yang berakibat kebotakan. 92. Menuntun saya untuk hidup lebih sederhana. 93. Menghindari hidup yang konsumtif. 94. Membuat diri tidak silau dengan kemegahan dunia dan segala perhiasannya. 95. Membuat saya lebih memikirkan hal lain selain mode dan perhiasan. 96. Menempatkan wanita menjadi subjek dalam proses pembangunan ummat. 97. Lebih mudah dalam menabung. 98. Memiliki kesempatan untuk melakukan ibadah haji. 99. Memiliki kesempatan lebih banyak untuk berinfaq dan sedekah. 100. Itu berarti lebih banyak beramal untuk bekal di hari kemudian. 101. Membuat saya merasa menjadi wanita seutuhnya. . Sebenarnya, pasti alasannya lebih dari 101, lebih banyak dari itu.

Dikutip Dari: http://www.2lisan.com/tulisan/artikel/101-alasan-mengapa-saya-pakai/

Rabu, 29 Desember 2010

AKHWAT

Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati…
Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya….
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya…..
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya…
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah.
Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan…
Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2.
….setelah itu, Si Murid kembali bertanya…


“Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?”
Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka.
Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail & atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun..
Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati??
Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihah adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih…

Minggu, 26 Desember 2010

kecantikan wanita sholehah

Tampil cantik dan menarik adalah idaman setiap wanita, ia bertepatan dengan fitrah yang telah ALLAH anugerahkan kepada semua wanita. Anugerah istimewa inilah menjadikan corak rumah tangga dalam Islam indah,berseri dan membahagiakan hasil dari gabungan idea dan dekorasi yang terhasil dari cetusan buah fikiran wanita. Cantik,elegan,menarik,menawan adalah cetusan rasa yang pasti terzahir dari bibir apabila pancaindera kurniaan Si Pemilik Cantik memandang sesuatu yang memikat hati. Apabila seseorang gadis dipuji dengan kata-kata seperti "Awak cantiklah", maka akan menguntumlah senyuman dibibir dan berbungalah hatinya.

Begitulah fitrah wanita yang tidak pernah bosan untuk menjadi cantik dan kelihatan cantik. sudah menjadi adat manusia seronok apabila dipuji,kecewa apabila dikeji. Tetapi berbeza bagi wanita mukminah, dia akan merasa kerdil untuk berhadapan dengan pujian dan sanjungan manusia. Malahan sentiasa bersyukur dengan nikmat kurniaan ALLAH kerana cantik itu adalah pinjaman dan pasti dipertanyakan di akhirat kelak. Pasti dibenaknya akan bergema firman ALLAH SWT dalam surah An-Nahl ayat 53 :

"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu,maka daripada ALLAHlah (datangnya) dan
apabila kamu ditimpa oleh kemudaratan,maka hanya kepadaNYA kamu meminta pertolongan"

Cantiknya wanita mukminah adalah kerana pakaian malu yang dipakai setiap masa samaada semasa mengerjakan urusan dunia mahupun dalam melunaskan tuntutan bekalan akhiratnya. Lantaran sifat malu itu lahir daripada jiwa yang takut kepada ALLAH dan seksaanNYA. Dalam satu hadith yang diriwayatkan oleh Abdullah Ibn Umar,Rasulullah SAW bersabda yang bermaksud :

"Sifat malu dan iman adalah seiringan. Jika salah satu ditinggalkan,maka kedua-duanya akan hilang." (HR. Baihaqi)

Di dalam agama Islam yang syumul lengkap disediakan petua-petua untuk menjadikan wanita cantik lagi menarik, tambah indah lagi apabila kita yang bergelar muslimah bersama-sama berusaha melengkap diri untuk menjadi Muslimah Solehah yang cantik dan menarik. Berikut disertakan beberapa petua untuk tatapan dan panduan bersama :
  • Jadikanlah Ghaddul Basor (menundukkan pandangan) sebagai 'hiasan mata',nescaya mata menjadi semakin jernih
  • Sapukan 'lipstik kejujuran' pada bibir, nescaya kita akan bertambah manis
  • Gunakanlah 'pemerah pipi' yang diperbuat daripada rasa malu dan iman
  • Pakailah 'sabun Istighfar' yang menghilangkan semua dosa dan kesalahan yang kita lakukan
  • Rawatlah rambut dengan 'Hijab Islam' yang akan menghilangkan kelemumur pandangan lelaki yang membahayakan
  • Hiasilah kedua-dua tangan dan jari dengan 'Gelang Tawadhuk' dan 'Cincin Ukhuwwah'.
  • Sebaik-baik kalung untuk kita adalah kalung 'kesucian'
  • Bedakkanlah wajah kita dengan 'air wudhuk',nescaya wajah kita bukan sahaja putih tetapi bercahaya di akhirat.
Adab-adab sosial yang ditunjukkan Islam adalah untuk menjaga kemuliaan keluarga dan seterusnya masyarakat dan akhirnya negara. Islam menggariskan peraturan untuk wanita bukan untuk menyiksa tetapi untuk menjaga kemuliaan wanita itu sendiri kerana "Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita Solehah" begitulah gambaran dari Rasulullah SAW tentang wanita cantik yang solehah.
Berbahagialah kita jika berjaya memiliki 'perhiasan asli' ini kerana jalan kita pasti akan terpimpin ke syurga. Maha suci ALLAH yang telah memuliakan wanita, maka basahkan bibirmu dengan zikrullah kerana yang pasti syurgalah tempatmu.
Sabda Rasulullah SAW," Hendaklah kamu menasihati para wanita dengan sebaik mungkin,kerana sesungguhnya wanita itu dijadikan daripada tulang rusuk, sesungguhnya bahagian yang paling bengkok pada tulang itu ialah yang disebelah atasnya; apabila kamu mahu meluruskannya,patahlah ia dan sekiranya kamu membiarkannya,kekallah ia dalam keadaan bengkok,oleh itu tolonglah kamu menasihati para wanita dengan sebaik-baiknya."
(HR Bukhari,Muslim & Abu Hurairah)

Rabu, 22 Desember 2010

Assalamu'alaikum Wr Wb……
Wahai perempuan muslimah, melalui tulisan ini saya mencoba untuk saling mengingatkan. Dan bukan berarti saya menggurui, saya hanya ingin menyampaikan cara berpakaian muslimah baju muslim yang benar menurut Al-Quran dan Al-Hadist. Dalam bukunya ” jilbab Al-Mar’ah Al-muslimah fil Kitabi was Sunati.”, Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani menjelaskan menurut Al-Quran dan Al-Hadist, bahwa jilbab itu harus memenuhi 8 syarat :
  1. Menutup seluruh badan selain yang dikecualikan.( QS.An-Nur : 31, Al-Ahzab : 59 ).
  2. Bukan berfungsi sebagai perhiasan.( QS. An-Nur : 31, Al-Ahzab : 33 )
  3. Kainnya harus tebal, tidak tipis. ( HR. Abu Dawud )
  4. Harus longgar, tidak ketat, sehingga tidak menggambarkan sesuatu dari tubuhnya. ( HR. Al-Baihaqi, Abu Dawud, dan Ad-Dhiya )
  5. Tidak diberi wewangian atau parfum.( HR. An-Nasa’i, HR. Muslim )
  6. Tidak menyerupai laki-laki. ( HR. Abu Dawud, HR. Ahmad, HR. Nasa’i, Hakim, Baihaqi dan Ahmad )
  7. Tidak menyerupai pakaian wanita kafir. ( HR. Ahmad, HR. Muslim, HR. At-Tabrani )
  8. Bukan libas syuhrah ( pakaian popularitas ). ( HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah )
Itulah 8 syarat pakaian wanita muslimah berpakaian baju muslim Pertanyaannya sekarang, apakah ukhti sudah memenuhi itu semua ? Atau bahkan ukhti belum berjilbab/masih menampakkan auratnya ?( Astaghfirullah, Na’udzubillah ). Ingat berjilbab itu kewajiban bukan sunnah atau lainnya, jadi tidak benar jika berjilbab itu menunggu kesiapan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Semoga Allah melimpahkan rahmad, hidayah serta ridhlo Nya pada kita semua. Amin……
Jazzakumullah Khairan Katsira……………Wasslmkm Wr Wb……………..

Template by:

Free Blog Templates